Pemanasan global

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Angka kelahiran Tahun 2020 Ramalkan masih Tinggi

BILA melihat kualitas penduduk Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan Indeks Pembangunan Manusia [IPM] Indonesia menurut laporan UNDP 2-3 tahun lalu masih tercatat di urutan 109 dari 175 negara. Di tahun yang sama pula IPM Vietnam yang usia kemerdekaannya jauh lebih muda dan satu rumpun Asia Tenggara masih berada di urutan ke 120-an. Namun tahun 2003 negara ini mampu meningkatkan pembangunan kualitas penduduknya di urutan 111, setelah menaikan anggaran kesehatan dan pendidikannya [wajib belajar 12 tahun]. IPM Indonesia justru merosot ke urutan 112. Sekitar 35,2 persen penduduk Indonesia tidak sekolah atau tidak tamat SD, tamat SD hanya 34,2 persen, tamat SLTP 13,6 persen, tamat SLTA 2,9 persen. Selain itu masih tingginya kasus penyakit degeneratif. Masih tingginya angka kematian ibu juga ikut menyumbangkan faktor rendahnya IPM INdonesia. Ditinjau dari segi kuantitas tahun 2000 lalu jumlah penduduk di tanah air sekitar 206 juta jiwa. Laju pertumbuhan sekitar 1,49 persen. Penyebaran penduduk ini tidak merata, misalnya di Papua hanya enam orang per km2. Tapi di DKI Jakarta sudah sebesar 12.635 per km2. Menurut Omas Bulan Rajagukguk dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dari angka 206 juta jiwa ini, sebanyak 59 persen tinggal di Pulau Jawa yang luasnya hanya tujuh persen dari luas wilayah Indonesia. Sedangkan mengenai situasi kelahiran saat ini, angka kelahiran sebesar 200 kelahiran per 10 ribu penduduk. Jumlah anak lahir hidup rata-rata 1,65 dan peserta KB 60,3 persen. Pada tahun 2020 mendatang angka kelahiran diramalkan masih besar sekitar 195 kelahiran per 10 ribu penduduk. Jumlah kelahiran per tahun sebanyak 388.991 orang. Jumlah penduduk Indonesia dengan demikian di tahun yang sama juga masih besar yaitu sekitar 252 juta jiwa. Walaupun laju pertumbuhan diprediksikan akan menurun 0,79 persen.

Remaja Harajuku di Bandung

Kegemaran menonton animasi Jepang telah menjelma menjadi identitas bagi beberapa remaja di Bandung. Mereka jadi mencintai segala hal berbau Jepang. Komunitas ini pun dinamai Bandung Japanese Community. Kita tak menyangka mereka bukan berada di Harajuku, Jepang, tetapi di Bandung.

Dandanan, musik, animasi, makanan khas Jepang menjadi kesukaan mereka. Bahkan mereka mencoba menerapkan karakter samurai dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai identitas kejepangan-nya, para remaja ini juga memakai nama-nama panggilan seperti nama-nama Jepang.

Panggil saja saya Saijiro ujar Aditia Wisnu Wardana (22) yang tidak tahu apa arti Saijiro. Ia memakai nama itu karena enak didengar.

Adit mengenal Jepang lewat animasi Voltus pada pertengahan tahun 1980-an. Karena kecanduan, uang makan pun dipakai buat membeli VCD animasi Jepang lain yang masih sulit dicari di Indonesia.

Adit belajar bahasa Jepang sebagai bukti keterpikatannya pada budaya Negeri Sakura. Dua tahun lalu, Adit mulai menyukai costum play alias cosplay. Cosplay adalah kelompok yang suka berdandan ala Jepang. Biasanya ia meniru dandanan karakter-karakter dalam animasi Jepang.

Ia memiliki tujuh kostum, antara lain kostum Kira Yamato dari animasi Gundam Seed, Bankotsu dari animasi Inuyasa, Wizard Ro dari Ragnarok Online Game, dan Cross Dressing (baju lelaki dipakai perempuan atau sebaliknya).

Nadira Andini (15) dan Nindia Naraswari (15) juga mengekspresikan ”kejepangan”-nya melalui penampilan. Mereka meniru penampilan grup band rock Jepang. Aliran mereka disebut visual kei atau Vkei.

Karena aksesori para rocker Jepang jarang ditemukan di Indonesia, mereka membuat sendiri. Misalnya aksesori rambut dari benang wol atau gelang yang disambung ke kalung rantai.

Sri Wulandari (20), mahasiswa sebuah universitas negeri yang lebih suka disapa Athena ini, lebih menyukai tari Jepang modern dari grup Parapara Gensokai. Awalnya penggemar olahraga renang dan basket ini tidak menyukai tarian. Tapi setelah mesin tarian Parapara banyak di mal-mal, ia pun mencoba dan menyukainya.

Sementara itu, Aria Hayu (21) yang menamai dirinya Dragon 01 sudah suka olahraga Jepang seperti karate dan kendo sejak SMP. Kini, mahasiswa Institut Teknologi Bandung ini menyukai kostum-kostum dan tarian Parapara Jepang. Asyik, gaya tarinya cuek dan membuat badan lebih fit, ujar Aria.

Sementara itu, Yulia Nurul Hilmi atau Li (20) dan Feisa Z Firmansyah atau Veyz (21) lebih menyukai musik pop Jepang. Aliran mereka disebut Japan Pop atau J-pop.

Li awalnya hanya menyukai Doraemon, namun kemudian karena gandrung, ia mulai mencari animasi-animasi Jepang lainnya.

Dari banyak film animasi yang ditontonnya, ia jadi akrab dengan lagu tema animasi tersebut. Li pun mulai mencari lagu-lagu pop Jepang dan menemukan beberapa grup musik yang lagu-lagunya enak ia dengarkan, seperti Tokyo Jihen dan Ayuni Hamasakki.

Tidak hanya ingin jadi penggemar, Li dan teman-temannya membentuk band White Daisy yang menyanyikan lagu-lagu pop Jepang. Li bertindak sebagai vokalis meskipun ia mengaku tidak mengerti arti lirik yang ia nyanyikan karena tidak bisa berbahasa Jepang. Ia menghayati lagu dengan cara menonton terus video klip grup band kesayangannya lewat VCD atau DVD yang masuk ke Indonesia.

Seperti Li, Veyz yang menyukai pop Jepang awalnya hanya tertarik pada lagu Miraie yang diputar di sebuah radio. Lagu tentang petuah-petuah dari seorang ibu itu sangat menyentuh hatinya dan membuatnya mencari ke sana-kemari kaset-kaset dan CD lagu Jepang yang sulit dicari di Indonesia. Ia juga sering mendownload dari internet.

Mio Club

Jakarta Mio Club (JMC) adalah Paguyuban yang dibentuk untuk membangun jaringan komunikasi antara pada pemilik dan penggemar motor Yamaha Mio dan wadah diskusi antar komunitas para penggemar pemilik Yamaha Mio se Indonesia, termasuk didalamnya pihak-pihak yang terkait dengan motor Yamaha Mio. Jakarta Mio Club (JMC) dibuat untuk menjadi jendela informasi dan jembatan komunikasi bagi para bikers Yamaha Mio dimanapun berada.
Oke Bikers, silahkan bertukar informasi dan mempererat persahabatan sejati.

Reggae

Reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika. Reggae mungkin jadi bekas di perasaan lebar ke menunjuk ke sebagian terbesar musik Jamaika, termasuk Ska, rocksteady, dub, dancehall, dan ragga. Barangkali istilah pula berada dalam membeda-bedakan gaya teliti begitu berasal dari akhir 1960-an. Reggae berdiri di bawah gaya irama yang berkarakter mulut prajurit tunggakan pukulan, dikenal sebagai “skank”, bermain oleh irama gitar, dan pemukul drum bass di atas tiga pukulan masing-masing ukuran, dikenal dengan sebutan “sekali mengeluarkan”. Karakteristik, ini memukul lambat dari reggae pendahuluan, ska dan rocksteady.

Reggae di Indonesia

Beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik Reggae di Indomesia antara lain Tony Q, Ras Muhammad, Steven & Coconuttreez, Joni Agung (Bali), New RastafaraYogyakarta). Sejarah Reggae di Indonesia banyak orang yg tidak mengetahui bahkan musisi Reggae kurang paham, jika ditanya siapa band awal mula yg pertama kali memainkan musik Reggae? Sekitar tahun 1986 musik Reggae mulai dikumandangkan di Indonesia, band tersebut adalah Black Company sebuah band dgn genre Reggae, beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya, kemudian ada Asian Force dan Abresso, Jamming. Band-band tersebut memiliki kualitas musikal yang memukau…

Punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Ternyata_di_Indonesia_lebih_banyak_Pria_drpd_Wanita_

Menurut data CIA, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2006 adalah:

245 juta jiwa, atau tepatnya 245.449.739 jiwa, dengan komposisi 122,5 juta jiwa pria (tepatnya 122.527.186 pria) dan 122,9 juta jiwa wanita (122.922.553 wanita). Berarti ada kelebihan jumlah wanita sebanyak hampir 400 ribu orang (tepatnya 395.367 jiwa).

Q: Asyikkk, ada kelebihan 400 ribu wanita. Boleh dong poligami?

A: Eiittt tunggu dulu. Ternyata komposisi pria dan wanita yang masuk di usia produk
sekaligus usia baligh, yakni usia 15-64 tahun adalah sbb:

pria: 80,8 juta jiwa (tepatnya: 80.796.794 jiwa)
wanita: 80,75 juta jiwa (tepatnya: 80.754.238 jiwa).
Justru di usia produktif, jumlah pria lebih banyak 42 ribu jiwa. Itu berarti
andaikan 1 orang pria berpasangan dengan 1 orang wanita, pada usia produktif ini,
berarti ada 42 ribu pria yang nge-JOMBLO! Kalau ada pria yang ingin punya pasangan
dobel-dobel, itu berarti jumlah para JOMBLOWAN, alias pria yang nge-jomblo akan bertambah
banyak.
Pria yang masih lajang, ayoo cepetan nikahnya nanti ceweknya keburu digaet orang lho.)
Yang mampu bisa gaet dobel-dobel, bagi-bagi yah, kasian tuh 42 ribu pria pada ngejomblo.

Q: Lho, tapi kan katanya tadi jumlah wanita lebih banyak? Piye toh.

A: Ok, kita lihat komposisi penduduk di usia lebih dari 65 tahun.

pria: 5,7 juta jiwa (tepatnya: 5.734.473 jiwa)
wanita: 7,4 juta jiwa (tepatnya: 7.418.773 jiwa).
Ada kelebihan jumlah wanita sebanyak 1,7 juta jiwa di usia ini.
So, yang mau gaet wanita lebih banyak, silahkan. Stok wanita di usia ini
masih banyak nih, ada 1,7 juta jiwa. Berminat gak? Lho, ditawarin kok malah malu-malu sih.
Lengkapnya komposisi penduduk kita adalah sbb:
Pria Wanita
0-14 tahun 35.995.919 jiwa 34.749.582 jiwa
15-64 tahun 80.796.794 jiwa 80.754.238 jiwa
65 tahun 5.737.473 jiwa 7.418.733 jiwa

Total 122.527.186 jiwa 122.922.553 jiwa

Dari data di atas, kesimpulan yang bisa ditarik antara lain:
1. Wanita berusia lebih panjang dari pria. Karenanya jumlah wanita di atas usia 65 tahun adalah lebih banyak.
2. Dalam 14 tahun terakhir lebih banyak bayi pria yang dilahirkan daripada bayi wanita.
3. Jumlah pria yang “nge-JOMBLO” lebih banyak daripada jumlah wanita, andaikan 1 pria
berpasangan dengan 1 wanita.
4. Tenaga kerja usia produktif kita banyak sekali, ada 161 juta jiwa.
Sehingga tak perlu kuatir kekurangan tenaga kerja.
5. Para manula, tidak perlu kuatir, karena kehidupan mereka ditanggung oleh tenaga usia produktif yang berlimpah.
6. Jumlah wanita dan pria di Indonesia relatif seimbang. Yakni 49,9% pria dan 50.1%
wanita. Anggapan bahwa jumlah wanita nantinya 50x lipat daripada jumlah pria, sampai
hari ini belum terbukti.
7. Kecuali terjadi perang besar, dimana yang bertempur ke medan laga umumnya adalah
kaum pria, maka di situ akan terjadi pergeseran komposisi penduduk, dan wanita akan
jauh lebih banyak dari pria, namun musykil rasanya kalau persentasenya jadi berbeda
jauh. Persentase jauh hanyalah miracle semata.
8. Minimal, kalau perang, kita banyak tentaranya (yg despret2 karena jomblo), Cuma
sayang senjatanya cuma nekad kali.
9. Ternyata CIA lebih tau kondisi bangsa kita daripada kita sendiri ^_^
10. Seperti kata Ustadz Zainuddin (Bukan AA Gym)… masih banyak janda-janda…
(kita tau terusannya).

So, kesimpulannya? He he, silahkan dipikir sendiri. Interprestasi orang kan beda-beda.

Harajuku

Harajuku (原宿?) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingū, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Sebetulnya sebutan “Harajuku” hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

[sunting] Sejarah

“Kincir air di Onden” (dari 36 Pemandangan Gunung Fuji karya Hokusai)

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji.

Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.

Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingū didirikan.

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Apa sih musik emo itu?

Emo merupakan jenis musik yang masih serumpun dengan punk. Emo sendiri banyak yang menyebutkan berasal dari kata emotion, emotional, atau emotive.

Selain Story of The Year, band-band asing lainnya yang termasuk kategori beraliran emo yaitu Dashboard Confessional, Finch, The Used, Rufio, Thrice, Silverstein, Brand New, Early November, Good Charlotte, Funeral For A Friend, Matchbox Romance, All American Reject, Ataris, dll. Beberapa dari band tersebut ada yang tidak mau menyebutkan diri mereka sebagai band beraliran emo, mereka lebih suka menyebutkan mereka hanya memainkan musik punk rock dengan sedikit sentuhan pop.

Emo identik dengan musik yang berlirik puitis, melankolis, berarti dalam, mengandung banyak kemarahan dan kesedihan tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri, ditinggal kekasih, hidup yang susah atau tentang keluarga yang broken home. Lirik-lirik tadi biasanya disuarakan dengan teriakan yang keras, yang menggambarkan kesedihan mereka.

Band-band emo banyak menggunakan suara-suara gitar yang kompleks dalam lagu mereka, namun tidak jarang yang hanya menggunakan gitar akustik saja. Dibanding musik punk, musik emo seringkali lebih soft dan lambat, atau musik emo mirip dengan musik pop-punk namun sedikit lebih rumit. Ciri khas dari aliran ini yaitu teriakan atau growl yang keras dari vokalisnya untuk lebih mendapatkan soul emosional dari lagu yang mereka bawakan.

Ada juga yang menyebutkan emo kepanjangan dari emocore. Tapi emocore sendiri sebenarnya bisa dikatakan aliran yang berbeda dengan emo. Emocore merupakan campuran antara emopunk dan hardcore. Mungkin bisa disebut juga musik hardcore dengan lirik yang emosional. A Static Lulaby, Underoath, serta Saosin adalah sedikit dari banyak band yang beraliran emocore.

Dari segi musikalitas, sulit dibedakan antara musik emo dengan emocore. Bahkan jika didengar secara selintas, nyaris nggak ada beda. Jadi agak rancu juga menyebutkan perbedaan emo dengan emocore. Membedakan antara musik emo dengan punk rock juga cukup sulit, akibatnya orang seringkali menjadi bingung untuk membedakan antara emo, punk, dan hardcore. Hal ini dipersulit dengan kebiasaan beberapa band yang nggak hanya memainkan satu jenis musik saja, namun mereka sudah teranjur terikat dengan image suatu jenis musik yang biasa mereka mainkan. Maka bila band tersebut memainkan jenis musik yang berbeda maka tidak jarang orang menjadi bingung dan menganggap jenis musik yang mereka mainkan itu sama. Padahal, sah-sah saja kan bila satu band ingin berganti aliran.

Untuk ukuran lokal, yang banyak memainkan jenis musik emo ini adalah band-band indie, tapi ada beberapa band yang udah masuk major label yang musiknya kental dengan corak emo. Di Bandung, band atau grup musik yang mempunyai aliran dekat dengan emo contohnya adalah Bugskin Bugle, Alone At Last, juga Disconnected.

Emo saat ini sudah menjadi gaya hidup. Gaya anak-anak emo di Amerika disebut emo fag. Di Indonesia sendiri banyak anak muda yang meniru style band-band asing yang beraliran emo, mulai dari dandanan, gaya berpakaian, atau tingkah laku. Gaya anak emo merupakan campuran antara gothic, punk dan genre musik lainnya. Berpakaian ala punk, atau memakai kaos yang bertuliskan nama band, piercing, rambut spiffy dengan mata bermaskara, dan memakai eye liner hitam yang tebal. Untuk aksesori banyak juga yang memakai kacamata yang berframe plastik hitam.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.